Kamis, 27 September 2012

Noah Gundersen - "Family"


                                                                                         
Family                                     

Say something awful, as if fucking the world is your
right.
And I watch you stumble, drunk out into the night.
To cat call ladies, you're thirsty for blood, you're
pickin a fight.
And i wanted to ask you man whatta you do, in the
daylight.

So bum me a cigarette, buy me a beer till i'm happy to be
here, happy to be here.
With all of my family hookers in heels and the men who
watch them like hungry black eels.

Run into me sunday tell me you had one hell of a time.
[ From: http://www.elyrics.net/read/n/noah-gundersen-lyrics/family-lyrics.html ]
And through the haze and the gunsmoke i'm forced to
believe you're probably right.
Someone lies bleeding, someone got violent and did not
think twice.
And i watched you my brother making a fool of the moon
tonight.

So bum me a cigarette, buy me a beer till i'm happy to be
here, happy to be here.
With all of my family hookers in heels and the men who
watch them like hungry black eels.
Am i just a spark?



Rabu, 12 September 2012

Istri Sholihah Menghantarkan Orangtuanya Masuk Surga



Setiap perbuatan baik selalu melahirkan ganjaran atau pahala kebajikan, demikian pula dengan Istri yang sholihah selain memberi ketenangan kepada suaminya juga memberi manfaat lain bagi orangtuanya sebagai ganjaran pahala kebaikan karena telah berhasil mendidik anaknya sampai ke jenjang pernikahan dengan selamat..

Di dalam Kitab Ihya ‘ulumuddin Imam Al Ghozali dikisahkan bahwa ada seorang lelaki (suami)hendak bepergian. Sebelum berangkat ia meminta istrinya agar tidak turun dari tempatnya yang berada di bagian bangunan tingkat atas. Sementara Orang tuanya berada di tingkat bawah.
Selang beberapa hari kemudian Orang tuanya sakit. Perempuan itu mengutus seorang pembantunya menghadap Rasulullah S.A.W untuk minta izin turun sebentar untuk membesuk orang tuanya.
Rasulullah S.A.W bersabda :”Taatilah suamimu. Jangan kau turun. .”
”Tidak begitu lama, orang tuanya itu meninggal dunia. Ia kemudian  mengirim utusan menghadap Rasulullah S.A.W untuk memohonkan izin, agar dirinya dapat menyaksikan jenazah orang tuanya.
Sekali lagi Rasulullah S.A.W bersabda :”Taatilah suamimu”. Maka orangtuanyapun dikuburkan. Tidak begitu lama Rasulullah S.A.W mengutus seseorang untuk memberi tahu pada perempuan itu bahwa, 
Allah telah mengampuni dosa dosa orang tuanya disebabkan ketaatan perempuan itu pada suaminya.”  Subhannallaah…

Betapa adilnya Allah SWT menempatkan istri sholihah di atas segalanya, hubungan vertikal ke atas (dengan Robbnya) dan horisontal yang seimbang, memberikan dampak positif baik di dunia maupun kepada urusan akhiratnya..
Cerita di atas tadi berkaitan dengan Riwayat Hadits dari ‘usman bin ‘affan Ra berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda :
“MAA KHARAJAT IMRA-ATUMMINBAITI ZAUJIHAA BI GHAIRI IDZNIHI ILLAA LA’ANAHAA KULLU SYAI-IN THALA’AT ‘ALAIHISYSYAMSU HATTAL HIITAANI FIL BAHRI. ”
Yang artinya “Tidaklah seorang isteri keluar dari rumah suaminya tanpa mendapat restunya, kecuali dilaknati oleh segala sesuatu yang tersiram matahari, hingga termasuk ikan ikan yang ada di laut”. (al hadits)
Rasullullah S.A.W bersabda :”Ada tiga macam orang yang mana Allah tidak berkenan menerima sholatnya, kebajikannya tidak dibawa naik kelangit.Yaitu : 1) Budak yang lari dari tuannya hingga kembali,
2) Isteri yang di marahi suaminya hingga mendapat ridhonya ;
3) Pemabuk hingga sadar (dari mabuknya).(H.R. Ibnu huzaimah, ibnu hibban dan al baihaqqi dari jabir)
Cerita di atas berkaitan pula dengan suami yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah mengenai istri dan keluarganya, berdasarkan hadits, Rasulullah bersabda: ”Permulaan yang di perhitungkan dari seseorang lelaki (suami) adalah mengenai shalatnya, kemudian tentang istrinya dan perkara- perkara yang di kuasainya. Jika pergaulannya bersama mereka baik dan lelaki itu berlaku baik kepada semuanya, maka Allah berbuat bagus kepadanya.
Sebaliknya bagi perempuan/istri, Dan permulaan perkara yang di perhitungkan (yakni dihisab) bagi perempuan adalah tentang shalatnya kemudian tentang hak-hak suaminya. (al hadits).
Wallahu ‘alam bisshowab
(Sumber Kitab : Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini)

wanita berjilbab = perhiasan emas

 wanita berjilbab = perhiasan emas

Pada suatu ketika, ada seorang wanita yang baru saja memutuskan untuk mengenakan jilbab. Namun ia masih bimbang, apakah ia masih bisa menjalani hidup dengan biasa seperti sehari-hari jika ia memakai jilbab.
Maka ia mendatangi seorang ustadzah, untuk menanyai beberapa hal mengenai rasa bimbang nya.

Ukht(+) : Bu ustad, saya ingin menanyakan beberapa hal yang dibolehkan dalam memakai jilbab
Ustadzah (-) : silahkan


+ : bolehkah saya melepas jilbab saya dan menggantinya dengan topi? Kan yang penting menutupi rambut dan telinga saya

+ : bolehkah saya melempangkan jilbab saya ke belakang? karena kadang saya merasa terganggu saat kain jilbab saya menutupi bagian depang tubuh saya.

+ : bolehkah saya tertawa keras, karena saya orang yang cuek dan tidak suka jaim

+ : bolehkah saya berbicara tegas dan lantang, karena saya tidak mau di bilang lemah

+ : bolehkah saya bersenda gurau dengan teman laki-laki saya, karena saya tidak mau di bilang memilih-milih teman dan sombong, lagipula teman laki-laki saya lumayan banyak dan enak di ajak ngobrol

+ : bolehkah saya berpacaran, lagipula saya mengerti batas-batasnya.

+ : bolehkah saya bermesraan dengan kekasih saya, karena saya ingin di cintai dan saya juga ingin di cintai, kan sangat fitrah 2 orang saling mencintai


Lalu ustadzah itu ter senyum dan berkata
- : boleh saja kamu melakukan itu semua, tapi dengan satu syarat

+ : apa?

- : lepaskan jilbab mu!!

+ : kenapa? Kenapa bu ustad berkata seperti itu, padahal saya sudah memikirkan nya secara matang untuk memakai jilbab, lagipula islam mengajarkan semua wanita muslim wajib menutup semua tubuhnya, kan?

- : kamu punya perhiasan emas?

+ : punya

- : apa yang kamu lakukan bila kamu mempunyai perhiasan emas seberat 1 kilogram?

+ : tentunya saya akan menyimpan nya dengan hati-hati

- : bagaimana jika ada seseorang yang tidak kamu kenal ingin melihatnya

+ : tidak akan saya perbolehkan

- : kenapa?

+ : karena saya takut ia mengambilnya

- : tapi orang itu mulai mendekatimu dan kalian mulai akrab, apa masih kamu menyembunyikan nya

+ : lya, karena alasan ia mendekati saya hanya ingin perhiasan saya

- : lantas kepada siapa kamu memperlihatkan ?

+ : kepada orang yang sangat saya percayai dan ia bisa bertanggung jawab atas kepercayaan saya


Wanita itu belum paham,
+ : tapi kenapa bu ustad menyuruh saya melepas jilbab saya?

Ibu ustad pun tersenyum kembali dan bertanya
- : jika kamu melihat perhiasan emas yang tidak di jaga, apa yang kamu pikirkan??

+ : pasti emas itu palsu

- : jika ada orang lain yang melihat, apa yang ia lakukan

+ : jika orang itu pintar maka ia berpikir 2 kali bahwa itu bukan emas asli. tapi jika orang itu bodoh, pasti ia membawa kabur perhiasan itu dan teriak kegirangan, tapi setelah mengetahui itu palsu pasti dia membuangnya.

Tapi perempuan itu masih belum paham..
- : Apakah kamu sudah mengerti nak??

+ : tapi saya masih bingung, kenapa ibu menyuruh saya melepas jilbab saya

- : jika kamu meletakkan perhiasan emas palsu ke tumpukan perhiasan emas asli, apa yang akan dilakukan orang-orang yang tidak tahu bahwa tumpukan perhiasan itu asli.?

+ : menganggap semua perhiasan di tumpukan itu palsu..

- : itulah hakikat wanita yang memakai jilbab.

Perempuan itu pun mulai mengerti….