Macam-Macam Shalat Sunnah
Shalat sunnah adalah shalat yang apabila dikerjakan mendapatkan pahala dan bila tidak dikerjakan tidak berdosa.Akan tetapi,
shalat sunnah adalah suatu tambahan buat kita apabila di dalam
shalat fardhu kita kurang sempurna. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa melakukan
shalat sunnah, yang insya allah akan saya paparkan
macam-macam shalat sunnah di bawah ini.
Bagi sobat muslim yang sudah mengetahuinya bisa di share ke yang
lainnya, sedangkan bagi sobat muslim yang belum mengetahuinya bisa
dijadikan bahan pelajaran dan ilmu pengetahuan
tentang shalat sunnah.
Berikut
macam-macam shalat sunnah:
SHALAT SUNNAH WUDHU
Shalat sunat wudhu atau yang disebut juga dengan shalat syukrul wudhu
adalah shalat yang dikerjakan setelah berwudhu. Tata cara pelaksanannya
adalah:
a. Sehabis berwudhu kita disunahkan membaca doa:
Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdauu laa syarika lahu wa asyhadu
anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj’alnii minat-tawwaabiina
waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikash-shaalihiin.
Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tidak ada sekutu
bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Ya
Allah, jadikanlah aku orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku orang
yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh.”
b. Selesai membaca doa tersebut, lalu melaksanakan shalat sunah wudhu 2 rakaat.
Niatnya:
Ushallii sunnatal-wudhuu’I rak’ ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: ”Aku niat shalat sunah wudhu 2 rakaat karena Allah.”
c. Shalat ini dikerjakan 2 rakaat sebagaimana shalat yang lain dengan ikhlas sampai salam.
d. Keutamaan Shalat Syukrul Wudhu
“Rasulullah berkata kepada Bilal: Ceritakanlah kepadaku amal apa yang
amat engkau harapkan dalam Islam, sebab aku mendengar suara kedua
sandalmu di surga? Bilal menjawab: Tidak ada amal ibadah yang paling
kuharapkan selain setiap aku berwudhu baik siang atau malam aku selalu
shalat setelahnya sebanyak yang aku suka” . (HR Bukhari)
2. SHALAT TAUBAT
Shalat Taubat adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim jika
ingin bertaubat terhadap kesalahan yang pernah ia lakukan. Shalat
taubat dilaksanakan dua raka’at dengan waktu yang bebas kecuali pada
waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seseorang melakukan suatu perbuatan dosa, lalu dia bangun
(bangkit) dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu
memohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan
kepadanya”.
Kemudian beliau membaca ayat :
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau
menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun
terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa
selain dari pada Allah – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya
itu, sedang mereka mengetahui. (QS Ali-Imran: 135)
Tata Cara Shalat Taubat
Jumlah rakaatnya 2, 4 sampai 6 rakaat.
Niat shalat taubat:
“Ushallii sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: “Aku niat shalat sunat taubat dua rakaat karena Allah.”
Doanya:
“Astagfirullahal azhiim al ladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul
qayyumu wa atuubu ilaihi taubata ‘abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi
dharran wa laa naf’an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuraa.”
Artinya:
Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, aku mengaku bahwa
tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang hidup terus selalu terjaga. Aku
memohon taubat kepada-Nya, selaku taubatnya seorang hamba yang banyak
berdosa, yang tidak mempunyai kekuatan untuk berbuat mudharat ataupun
manfaat, untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti.
3. SHALAT DHUHA
Shalat Dhuha adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim
ketika matahari sedang naik. Kira-kira, ketika matahari mulai naik
kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga
waktu dzuhur. Jumlah raka’at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12
raka’at. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka’at sekali salam.
Tata Cara Shalat Dhuha
1. Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca surat Asy-Syams
2. Pada rakaat kedua membaca surat Adh-Dhuha
Niat shalat dhuha adalah:
“Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah.
Doa yang dibaca setelah shalat dhuha:
“Ya Allah, bahwasanya waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu,
kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, dan
perlindungan itu, perlindungan-Mu”. “Ya Allah, jika rezekiku masih di
atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi , keluarkanlah, jika
sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah,
berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu,
limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada
hamba-hamba-Mu yang shaleh”.
Rahasia dan Keutamaan shalat Dhuha
Hadits Rasulullah saw yang menceritakan tentang keutamaan shalat Dhuha, di antaranya:
1. Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia
Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muahammad saw bersabda:
“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih
(ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan
alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah)
adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan
adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat
Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).
2. Ghanimah (keuntungan) yang besar
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:
“Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi saw berkata:
“Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya
saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya
ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena
dekat jaraknya).
Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada
tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling
banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab;
“Ya! Rasul berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke
dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat
tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat
kembalinya.” (Shahih al-Targhib: 666)
3. Sebuah rumah di surga
Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan
sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi
Muahammad saw:
“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat
sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surge.” (Shahih
al-Jami`: 634)
4. Memeroleh ganjaran di sore hari
Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:
“Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat
rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran)
pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).
Dalam sebuah riwayat juga disebutkan:
“Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi’arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika”Artinya:
Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: “Wahai anak Adam, cukuplah
bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore
harimu
5. Pahala Umrah
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk
melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang
melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat
Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah….(Shahih
al-Targhib: 673). Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi
saw bersabda: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh)
berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga
terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan
pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna”
(Shahih al-Jami`: 6346).
6. Ampunan Dosa
“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan
diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di
lautan.” (HR Tirmidzi)
4. SHALAT TAHAJUD
Shalat Tahajud adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu malam, dimulai selepas isya sampai menjelang subuh.
Jumlah rakaat pada shalat ini tidak terbatas, mulai dari 2 rakaat, 4, dan seterusnya.
a. Pembagian Keutamaan Waktu Shalat Tahajud
1. Sepertiga malam, kira-kira mulai dari jam 19.00 samapai jam 22.00
2. Sepertiga kedua, kira-kira mulai dari jam 22.00 sampai dengan jam 01.00
3. Sepertiga ketiga, kira-kira dari jam 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh.
b. Niat shalat tahajud
“
Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa”
Artinya:
“Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat karena Allah”
c. Doa yang dibaca setelah shalat tahajud:
“
Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.”
Artinya:
“Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”
Dalam hadits Bukhari dinyatakan, bahwa Rasulullah jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:
“Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati walardhi wa man
fiihin, wa lakal hamdu laka mulkus samaawaati wal ardhi wa man fiihin,
wa lakal hamdu nuurus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu antal haqqu
wa wa’dukal-haqqu wa liqaa’uka haqqun wa qauluka haqqun wal-jannatu
haqqun, wan naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun
shallallaahu ‘alaihi wa sallama haqqun, waass’atu haqqun. Allahumma laka
aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakaltu wa ilaika anabtu wa bika
khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu, wa maa
akhkhartu wa maa asrartu, wa maa a’lantu antal muqaddimu wa antal
mu’akhiru la ilaaha illa anta aula ilaaha gairuka wa laa haula quwwata
illa billah.”
Artinya:
Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi dan
alam semesta beserta segala isinya. Bagi-Mulah segala puji, pemancar
cahay langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engakaulah yang haq, dan
janji-Mu adalah benar, dan surge adalah haq, dan neraka adalah haq, dan
nabi-nabi itu adalah haq, dan Nabi Muhammad adalah benar, dan hari
kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mulah kami berserah diri
(bertawakal) kepada Engkau jualah kami kembali, dan kepada-Mulah kami
rindu, dan kepada engkaulah kami berhukum. Ampunilah kami atas kesalahan
yang sudah kami lakukan dan sebelumnya, baik yang kami sembunyikan
maupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan ynag
terakhir. Tidak ada Tuhan melainkan Engkau Allah Rabbul alamin. Tiada
daya upaya melainkan dengan pertolongan Allah.”
d. Setelah itu, perbanyaklah membaca istigfar sebagai berikut
“
Astagfirullaahal azhim wa atuubu ilaiih”Artinya:
“Kami memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya”
e. Keutamaan Shalat Tahajud
Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:
“Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan
serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk
Surga dengan selamat.” (HR Tirmidzi)
Bersabda Nabi Muhammad saw:
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam.” (HR Muslim)
Selain itu, Allah sendiri juga berfirman:
“Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan
bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang
terpuji.” (QS Al-Isra’: 79)
Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda:
Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang
muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia
dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu
setiap malam.” (HR Muslim dan Ahmad)
“Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi
orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus
dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR Ahmad)
f. Kiat Mudah Shalat Malam/Qiyamullail
Agar kita diberi kemudahan bangun malam untuk melakukan shalat malam, cobalah tips-tips berikut ini:
1. Aturlah aktivitas di siang hari agar malamnya Anda tidak kelelahan. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap.
2.Makan malam jangan kekenyangan, berdoa untuk bisa bangun malam, dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur.
3.Hindari maksiat, sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri,
“Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu
dosa yang aku lakukan.”
4.Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Dengan begitu kita termotivasi untuk melaksanakannya.
5.Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
6. Baik juga jika janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone.
7. Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga
punya program tahajud bersama sekali atau dua malam dalam sepekan.
8. Berdoalah kepada Allah swt. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya.
5. SHALAT HAJAT
Shalat Hajat adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ia
memiliki hajat tertentu dan ia ingin hajat tersebut dikabulkan oleh
AllahSWT.
Shalat dilakukan minimal 2 raka’at dan maksimal 12 raka’at dengan
salam setiap 2 rakaat. Shalat ini dapat dilakukan kapan saja asalkan
tidak pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan shalat (lihat pada
shalat sunnat).
a. Niat shalat hajat
“ Ushallii sunnatal haajati rak’aataini lillaahi ta’aala.”
Artinya:
“Aku berniat shalat hajat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
b. Doa Shalat Hajat
Setelah selesai shalat hajat, lalu membaca istigfar.
Dalam kitab Tajul Jamil lil ushul, dianjurkan setelah shalat hajat
membaca istigfar 100x, seperti kalimat istigfar yang biasa atau sebagai
berikut:
“Astagfirullaha rabbi min kulli dzanbin wa atuubu ilaiih.”
Artinya:
“Aku memohon ampunan kepada Tuhanku, dari dosa-dosa, dan aku bertaubat kepada-Mu”
c. Selesai membaca istigfar lalu membaca shalawat nabi 100x, yakni:
“Allahuma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin shalaatarridhaa wardha ‘an ashaabihir ridhar ridhaa.”Artinya:
“Ya Allah, beri karunia kesejahteraan atas jungjunan kami Muhammad,
kesejahteraan yang diridhai, dan diridailah daripada sahabat-sahabat
sekalian.”
“
Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbil ‘arsyil
‘azhiim. Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. As `aluka muujibaari
rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birri
wassalaamata ming kulli itsmin. Laa tada’ lii dzamban illa ghofartahu
walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa
qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.”
Artinya:
“Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun.
Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji
bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu
yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan
memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa
daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu
kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu
hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan
Yang Paling Pengasih dan Penyayang.”
Setelah itu, mohonlah kepada Allah apa yang kita inginkan, insya Allah, Allah mengabulkannya. Amin.
d. Keutamaan Shalat Hajat
Sabda Rasulullah:
“Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua
rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang
ia pinta cepat atau lambat.” (HR Ahmad)
Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh’iy, dia berkata, “Seorang
laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya
mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat, setelah itu
berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri
yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya
bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan
membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya
berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya
memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati
ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua
telinganya.” (HR Baihaqi)
6.
SHALAT SUNNAH TASBIH
Shalat sunat tasbih adalah shalat sunat yang di dalamnya dibacakan kalimat tasbih sebanyakk 300 kali.
Niat shalat tasbih:
“Ushallii sunnat tasbihi rak’ataini lillaahi ta’aalaa”
Artinya:
“Aku niat shalat sunat tasbih dua rakaat, karena Allah.”
Tata Cara Shalat Tasbih
Shalat tasbih dilakukan 4 raka’at (jika dikerjakan siang maka 4
raka’at dengan sekali salam, jika malam 4 raka’at dengan dua salam )
sebagaimana shalat biasa dengan tambahan bacaan tasbih pada saat-saat
berikut:
NO Waktu Jml. Tasbih
1 Setelah pembacaan surat al fatihah dan surat pendek saat berdiri 15 kali
2 Setelah tasbih ruku’ (Subhana rabiyyal adzim…) 10 Kali
3 Setelah I’tidal10 Kali
4 Setelah tasbih sujud pertama (Subhana rabiyyal a’la…)10 Kali
5 Setelah duduk diantara dua sujud10 Kali
6 Setelah tasbih sujud kedua10 Kali
7 Setelah duduk istirahat sebelum berdiri (atau sebelum salam tergantung pada raka’at keberapa) 10 Kali
Jumlah total satu raka’at 75
Jumlah total empat raka’at
4 X 75 = 300 kali
7. SHALAT SUNNAH AWWABIN
Shalat sunat awwabin adalah shalat sunat yang dikejakan selesai
mengerjakan shalat sunat ba’da magrib, dilakukan sebanayak 2 sampai
dengan 6 rakaat.
a. Adapun tata cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut
Shalat 2 rakaat dengan niat:
Ushallii ral’ataini shalaatal-awwaabiina sunnatal lillaahi ta’aallaa.
Artinya:
“Aku niat shalat dua rakaat sunat awwabin, karena Allah.
b. Sesudah membaca Fatihah pada rakaat pertama, bacalah:
· surat Al-Ikhlas 6x
· surat Al-Falaq 1x
· surat An-Naas 1x
begitupun dengan rakaat kedua.
c. Sehabis salam dua rakaat, maka shlat lagi 2 rakaat. Dan dibaca
pada rakaat pertama dan kedua setelah Al-Fatihah mana saja surat yang
dikehendaki. Niatnya, sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.
d. Sesudah itu, berdiri lagi dengan niat sama seperti sebelumnya,
dilaksanakan 2 rakaat, dengan bacaan pada rakaat pertama sesudah
Al-Fatihah, bacalah surat Al-Kafirun dan pada rakaat kedua sesudah
membaca Al-Fatihah bacalah surat Al-Ikhlas.
Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
“Barang siapa shalat 6 rakaat setelah magrib, di sela-selanya tidak
berbicara kotor, maka ia mendapatkan pahala ibadah selama12 tahun.”
Kemudian beliau juga meriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa shalat 20 rakaat setelah maka Allah mambangun rumah di
sorga untuknya”, Tirmidzi berkata, hadist Abu Harairah “gharib” (hanya
diriwayatkan seorang rawi yang tidak kuat).”
Tabrani juga meriwayatkan dari Ammar bin Yasir, Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa melakukan shalat 6 rakaat setelah maghrib, maka diampuni dosanya meskipun sebanyak ombak lautan.
8.
Solat Safar
Apabila seseorang hendak berpergian, sebelum meninggalkan rumah, ia
dianjurkan mengerjakan solat safar dua rakaat; demikian pula sesudah
tiba di rumah kembali.
Caranya sama dengan mengerjakan solat subuh, hanya niatnya berlainan,
yaitu berniat solat safar sunnat kerana Allah SWT. Selesai solat
berdoalah agar perjalanan diridhai, dimudahkan dan diselamatkan Allah
SWT. dalam perjalanan, baik pribadi, tugas maupun keluarga yang
ditinggalkan.
Inilah,
macam-macam shalat sunnah yang dapat saya sampaikan, semoga kita semua selalu istiqomah menjalankan
shalat sunnah. Insya Allah!